jump to navigation

Gunung Kelud Apa Maumu? November 5, 2007

Posted by StopDreamingStartAction in News, Paling Hot di jagad maya.
trackback

KEDIRI – Aktivitas Gunung Kelud terus menunjukkan tanda-tanda yang kian mengkhawatirkan. Kemarin, misalnya, asap putih tebal keluar dari kawah. Selain itu, warga juga mulai merasakan hujan abu.

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono, asap tebal itu tertangkap circuit camera television (CCTV) pada pukul 02.00 kemarin. Warnanya putih, setinggi 500 meter. Arahnya condong ke utara.
Ternyata juga terlihat noktah hitam di bawah kepulan asap. Itu yang kita duga sebagai sumbat lava 1990 yang terangkat,” ujarnya dalam jumpa pers di Balai Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, kemarin sore.

Lebih lanjut dijelaskan, kandungan asap tersebut dominan berisi uap sehingga warnanya putih. Tetapi, di dalamnya juga terkandung belerang dan gas karbonmonoksida (CO). “Namanya keluar dari dalam kawah, asap ini pasti sangat berbahaya,” jelasnya.

Surono mengatakan, asap itu sebagai fenomena baru dari tubuh Kelud. Sebab, dari sejarah letusan sebelumnya, Kelud tidak pernah mengeluarkan asap. “Kalau ingin meletus, tinggal meletus,” katanya.

Biasanya, lanjut Surono, jika terjadi letusan, sumbat lava terpecah dan berhamburan keluar. Tetapi, karena kali ini energinya diduga tidak terlalu kuat, sumbat itu tidak mampu dijebol. Sebagai gantinya, muncul asap yang keluar dari celah-celah lava.

Itulah yang dikhawatirkan bisa menyebabkan dampak letusan semakin besar. Karena itu, hingga kemarin tim PVMBG tetap mempertahankan status Kelud di level awas.

Surono mengungkapkan, dengan kondisi tersebut, ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, tetap terjadi letusan. Teorinya, air kawah masuk melalui celah-celah sumbat lava 1990. Lalu, kontak dengan magma yang kedalamannya tinggal sekitar 700 meter di bawah permukaan.

Karena bertemu energi panas magma, air itu berubah menjadi uap. “Jika volumenya semakin besar dan tekanannya juga besar, bisa berakhir menjadi letusan besar,” terangnya.

Atas situasi itu, Surono mengibaratkan Kelud sebagai wanita yang ditawari menikah. Bukannya memberi jawaban ya atau tidak, melainkan hanya tersenyum. “Saya harus kerja keras, mencari tahu apakah si wanita condong ya atau tidak,” katanya.

Selain itu, warga mulai menjumpai bekas abu di sejumlah benda. Ada yang menempel di bodi mobil petugas pos pengamat. Ada juga yang di dedaunan. Sampelnya kemudian diambil untuk diuji laboratorium.

Ini untuk memastikan apakah abu tersebut dari Kelud atau bukan. Jika dari Kelud, Surono menganggapnya sebagai hal wajar. Sebab, saat keluar asap, pasti terjadi entakan dan pelepasan energi. Hal itulah yang menyebabkan munculnya abu.

Blitar Juga Hujan Abu

Guyuran hujan abu tipis juga dirasakan sebagian warga yang tinggal di kawasan ring I (lereng Kelud), Blitar. Misalnya, di Desa Soso, Kecamatan Gandusari, Blitar. Sejak pukul 03.00 kemarin (4/11), sebagian warga di desa itu merasa matanya pedih akibat terkena butiran-butiran halus. Jika terlalu banyak dihirup, udara bercampur debu tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan.

Pada pukul 06.00, hujan abu berhenti. Abu tersebut memenuhi daun-daun pepaya. Beberapa kaca mobil juga dipenuhi abu berwarna putih. Pengendara sepeda motor yang kebetulan tidak memakai helm atau penutup mata merasa pedih. Kondisi hujan abu juga dirasakan petugas di lokasi pengungsian perkebunan Nyunyur, Desa Soso, Kecamatan Gandusari. Di Dusun Sumberasri, Desa Soso, Kecamatan Gandusari, masih banyak warga yang belum mengetahui bahwa abu berbahaya bagi kesehatan. Mereka tetap beraktivitas tanpa mengenakan masker.

Dilihat dari pos pantau di Kalibladak, Penataran, Nglegok, sejak pagi kemarin Gunung Kelud tertutup kepulan asap hitam dan sesekali terjadi kilatan warna merah.

Langit di atas wilayah Blitar hingga sore kemarin terus diselimuti mendung hitam. Itu membuat warga semakin khawatir. Oh Tuhan semoga ini tidak ada hubunganya dengan Berita Sesat di sebelah.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: