jump to navigation

Temasek Cs Didenda Rp 250 Miliar November 20, 2007

Posted by StopDreamingStartAction in celluler & Comunication, Marketing, News.
trackback

Buntut atas keserakahan Temasek, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memberikan sanksi denda kepada Temasek Cs total senilai Rp 250 miliar yang terbukti melakukan monopoli atas kepemilikan silang di Indosat dan Telkomsel.

Demikian pengumuman dari Majelis Ketua KPPU, Syamsul Muarif saat membacakan putusan di Kantor KPPU, Jalan Djuanda, Jakarta, Senin (19/11/2007).

KPPU menghukum terlapor I sampai 9 untuk masing-masing membayar denda Rp 25 miliar yang harus disetor ke kas negara secepatnya sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha karena melanggar pasal 27 huruf a UU No 55 tahun 1999.

Dalam kasus ini, ada 10 pihak terlapor. Terlapor I Temasek Holdings Pte Ltd, Terlapor II: Singapore Technologies Telemedia Pte Ptd, Terlapor III: STT Communications Ltd, Terlapor IV: Asia Mobile Holdings Company Pte Ltd, Terlapor V: Asia Mobile Holdings Pte Ltd, Terlapor VI: Indonesia Communications Ltd, Terlapor VII: Indonesia Communications Pte Ltd, Terlapor VIII: Singapore Telecommunications Pte Ltd, Terlapor IX Singapore Telecom Pte Ltd.

Sedangkan Telkomsel sebagai terlapor ke X juga harus membayar denda Rp 25 miliar karena melanggar pasal 17 UU No 5 tahun 1999. Makasih mbak Arin yang mau menulis tentang hal ini.

Komentar»

1. Ganyang Malaysia - November 27, 2007

Perusahaan Asing Berebutan Pangsa Pasar Seluler di Indonesia

Konon beredar kabar bahwa issue monopoli TEMASEK HOLDING terhadap dua perusahaan seluler raksasa Indonesia (baca: TELKOMSEL dan INDOSAT), mulai tercetus dan disebarluaskan pertama kali oleh pihak Malaysia secara diam-diam.

Dahulu Malaysia hendak mencaplok TELKOMSEL dan/atau INDOSAT, namun mereka ternyata kalah cepat dari Singapura. Akhirnya, Malaysia “hanya kebagian jatah” mencaplok EXELCOMINDO PRATAMA (XL), dan menjadikan XL sebagai salah satu anak buah perusahaan mereka; a TM company (TM = Telecom Malaysia).

Dengan semakin kuatnya issue monopoli TEMASEK ini, mereka mengharapkan agar setidak-tidaknya pihak TEMASEK harus rela melepaskan saham-sahamnya dari TELKOMSEL atau INDOSAT. Kemungkinan saham-saham yang akan dilepas tersebut kemudian dibeli, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, oleh pihak Malaysia (selain di bawah bendera TM tentunya) adalah cukup besar.

Mengingat bahwa pemerintahan Malaysia dan kroni-kroninya, sedang gencar-gencarnya giat melakukan aksi “Malingsia” (baca: Malingin Indonesia) terhadap Indonesia semenjak beberapa tahun silam. Dari mulai Ambalat, Sipadan-Ligitan, Batik, Angklung, Tempe, Lagu Rasa Sayange, hingga Tari Reog Ponorogo yang beritanya kini sedang hangat-hangatnya.

Mereka pun berhasrat ingin mendominasi/menguasai pangsa pasar seluler kita (bukan selular = celana dalam, versi bahasa Malaysia). Kalian masih tidak percaya? Biarlah waktu yang akan membuktikannya!

Mari Kita Ganyang Malaysia!!!
MERDEKA!!!

See also:
http://www.temasekholdings.com.sg/media_centre.htm
http://www.temasekholdings.com.sg/pdf/1.%20Background%20summary.pdf


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: